Menurut Kantor Berita ABNA, dengan masuknya bulan Dzulhijjah yang sepuluh hari pertamanya adalah hari-hari yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan, redaksi ABNA akan menampilkan gambar-gambar yang berkaitan dengan bulan haji ini untuk para pembaca.

Allah swt dalam Alquranul Karim berfirman:
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتاً لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ المُشرِكين
"Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan)"
(Qs. An-Nahl: 20)
Tafsir ayat dari kitab Tafsir al-Amtsal karya Ayatullah al-Uzhma Nashir Makarim Shirazi:
- Awal ayat disebutkan, Ibrahim adalah ummat (إِنَّ إِبْراهِیمَ کانَأُمَّةً) yaitu Nabi Ibrahim as adalah satu ummat, satu keteladanan besar, seorang laki-laki yang membangun umat, yang dikala itu di lingkungan sosialnya tidak ada yang bertauhid ia seorang diri yang menyampaikan ajaran tauhid.
- Dan selanjutnya disebutkan قانِتاً لِلَّهِ yaitu seorang hamba yang menaati Allah swt.
- Sementara حَنِیفاً maksudnya ia berjalan di jalan lurus menuju Allah swt yang merupakan jalan kebenaran.
- Dan maksud dari وَ لَمْ یَکُ مِنَ الْمُشْرِکِینَ adalah diseluruh kehidupannya, pikiran dan detakan jantungnya semuanya tersinari dengan cayaha Allah swt sehingga tidak sekalipun mempersekutukan Allah swt.